Kisahlegenda keris nagasasra dan sabuk inten adalah sebuah storytelling video kekinian abad ini, spesial persembahan dari Permata TV untuk sahabat tercinta
Nagasasra dan Sabuk Inten Jilid 17. Dengan berlari-lari kecil Mahesa Jenar melintas pematang untuk segera dapat sampai ke rumahnya. Demikian ia sampai ke ambang pintu, demikian semua mata memandanginya dengan keheranan, seolah-olah tidak sewajarnyalah kalau ia datang pada malam itu. Baru sesaat kemudian seorang diantara mereka dapat menguasai
Carita Keprabon memakai gusen dan lis-lisan, sedangkan keris Sabuk Inten tidak. Nama Dhapur Sabuk Inten menjadi terkenal sejak tahun 1970-an, karena disebut-sebut dalam buku cerita silat Jawa berjudul Nagasasra Sabuk Inten, karya S.H Mintardja. Dua keris ini disebut-sebut sebagai warisan zaman Majapahit. Keduanya bahkan sering disebut dalam
Nagasasra dan Sabuk Inten Jilid 39 SINAR obor yang menyala agak jauh dari tempat itu, sama sekali tertutup oleh bayangan-bayangan orang-orang yang bergerak-gerak di sekitar tempat itu.
Spoiler for : Gempuran ini demikian hebat sehingga tubuh Mahesa Jenar bergetar dan hampir saja ia kehilangan keseimbangan. Meskipun tubuh Mahesa Jenar sudah cukup terlatih serta mempunyai daya tahan yang kuat, namun terasa juga bahwa tumit yang mengenai pinggangnya itu menimbulkan rasa sakit. Kena tendangan ini, hati Mahesa Jenar menjadi agak panas juga. Karena itu ia berketetapan hati
Dilindungi Pusaka Sabuk Inten peninggalan Raja Majapahit, Weton dan Neptu Ini Selalu Beruntung dan Terjaga dari Hal Jahat. Senin, 27 November 2023; Network
Pelajari juga sabuk dan nagasasra sabuk inten jilid 10 If you continue browsing the site you agree to the use of cookies on this website. Tetapi kembali serangannya itu gagal. Tetapi agaknya orang itupun bergerak pula semakin lama semakin dalam dan melewati berpuluh-puluh cabang yang membingungkan.
Principle at Athalia Entrepreneurs Professional. Jul. 12, 2015 • 0 likes • 641 views. 17 Nagasasra dan Sabuk Inten_SH Mintardja
Serial sandiwara radio dengan judul Naga Sasra Sabuk Inten dengan jagoannya si Mahesa Jenar ini. Serial ini diangkat dari komik silat ciptan SH Mintarja. Mahesa Jenar atau Rangga Tohjaya adalah perajurit pengawal raja dari kerajaan Demak yang menjadi " tersangka " atas kematian Ki Kebo Kenanga dan hilangnya pusaka Kerajaan Demak.
SAAT itu, Mahesa Jenar tinggal duduk seorang diri disamping api yang masih menyala-nyala. Bayangan-bayangan yang ditimbulkan tampak selalu bergerak-gerak. Kadang-kadang membesar bagai akan menerkam, dan kadang-kadang mengecil seperti akan lenyap. Suasana malam itu rasanya diliputi oleh suatu rahasia. Dan ini sangat menggelisahkan Mahesa Jenar. Aneh, bahwa pada saat itu ia merasa kehilangan ketenan
7D5SXmM. Nagasasra dan Sabuk Inten adalah buku cerita silat klasik karya Mahesa Jenar pergi mengembara meninggalkan Istana Demak karena perselisihan soal keyakinan agama Mahesa Jenar adalah murid Syekh Siti Jenar, seperti juga Ki Kebo Kenanga alias Ki Ageng Pengging dan karena hilangnya pusaka-pusaka Kesultanan Demak, di antaranya keris-keris Kiai Nagasasra dan Kiai Sabukinten. Keris-keris itu ternyata tengah menjadi rebutan tokoh-tokoh golongan hitam, karena dianggap bisa menjadi sipat kandel Jawa modal spiritual bagi penguasa Tanah itu dalam perjalanannya menemukan kembali keris Nagasasra dan Sabukinten, Mahesa Jenar menemukan beberapa persoalan lain yang saling kait mengait. Menghilangnya ayah Rara Wilis, yang kemudian menjadi kepala gerombolan di Gunung Tidar. Sementara itu sahabatnya, Ki Ageng Gajah Sora yang menjadi Kepala Daerah Perdikan Banyu Biru, difitnah oleh adiknya, Ki Ageng Lembu Sora, yang tamak ingin menguasai wilayah Banyu Biru, dan pada akhirnya harus ditangkap dan ditahan di Demak. Dalam pada itu, semua gerombolan dari golongan hitam itu berdatangan menyerbu ke Banyu Biru, karena adanya isu keberadaan keris Nagasasra dan Sabukinten di daerah Jenar, dengan dibantu sahabat-sahabatnya, berupaya keras menyelamatkan Banyu Biru dari bencana, sambil mendidik Arya Salaka sebagai pewaris wilayah Banyu Biru pada masa depan. Sedangkan keris-keris Nagasasra dan Sabukinten diselamatkan oleh seorang sakti yang selalu diliputi oleh rahasia, namun sangat dihormati oleh Baginda Sultan Trenggana dari Demak. Loading....