Dengan H= entalpi. E = energi (J) W = usaha (J) Persamaan tersebut berlaku pada tekanan yang tetap atau biasa disebut dengan isobarik. Pada proses isobarik, perubahan suhu akan menyebabkan perubahan volume sebagai berikut: Perbesar. Persamaan isobarik yaitu dengan tekanan konstan (silmi)
Kaloradalah energi panas yang diterima oleh suatu benda dan dapat menjalar ke benda lain. Energi listrik adalah energi yang ditimbulkan dari arus listrik yang mengalir. Usaha oleh gaya gesekan yaitu usaha yang terjadi akibat benda mengalami gaya gesek. Hubungan antara kalor, energi listrik dan usaha oleh gaya gesek adalah sama-sama memiliki satuan
c Hubungan energi listrik dengan kalor d. Penghitungan daya listrik pada alat listrik rumah tangga e. Konsep rangkaian Pendahuluan 1. Mengingatkan kembali materi yang telah dibahas pada pertemuan ke-11 2. Membahas tugas yang diberikan pada pertemuan ke-11 yang dianggap sulit oleh mahasiswa 3. Menjelaskan kompetensi dasar pertemuan ke-12 4.
Hubunganenergi listrik dan kalor. W Pt V I t I2 Rt V2 t R keluaran masukan. W P V I R m c: energi listrik (J) : daya listrik (Watt) : tegangan listrik (volt) : kuat arus (A) : hambatan ( ) : massa (kg) : kalor jenis (J/kgC) : kenaikan suhu (C ) Efisiensi . energi listrik energi kalor. atau. W Q
Jawabanterverifikasi. Hallo Raden. jawaban soal ini adalah "Q = W + ΔU" Hubungan antara kalor, usaha, dan energi dalam pada sistem tertutup dapat ditentukan dengan Hukum I termodinamika yang menyatakan : "Sejumlah kalor yang diterima dan usaha yang dilakukan terhadap suatu gas dapat digunakan untuk mengubah energi dalam" Q = W + ΔU dengan
34.2 Menganalisis hubungan kalor dengan suhu 4.4 Melakukan percobaan untuk menyelidiki pengaruh kalor terhadap suhu dan wujud benda serta perpindahan kalor. 4.4.1 Melakukan percobaan mengidentifikasi Bagaimana hubungan antara massa, suhu dan energi panas yang terkandung dalam suatu benda? 6. Berdasarkan informasi yang didapatkan dari buku
SebuahPemanas Listrik yang Menghalangi R Menggunakan Sumber Daya 10 V. Pemanas Digunakan untuk Memanaskan 1 liter udara dari 10 0 C hingga 70 0 C. Jika 70% kalor yang dihasilkan Pemanas diambil udara, maka waktu yang dibutuhkan adalah t sekon. Jika kalor yang dihasilkan Pemanas 80% -nya diambil udara, maka waktu yang dibutuhkan .
Secaramatematis hubungan antara energi, kalor dan kerja dalam hukum I termodinamika dapat dinyatakan sebagai berikut: ΔU = q + W Persamaan ini menyatakan bahwa perubahan energi dalam (ΔU) sama dengan jumlah kalor yang diserap (q) ditambah dengan jumlah kerja yang diterima sistem (w).
SeePage 1. ke sumber listrik (1000) 4 .Δt = 0,4 . 500 . Kalor sebagai Energi 153 Apakah yang kalian rasakan saat berada di tengahlapangan jika ada terik matahari? Tentu akan merasakanpanas. Panas yang kalian rasakan tersebut merupakanbukti adanya rambatan energi dari matahari menujubumi (kalian).
34 Mendeskripsikan hubungan energi dan daya listrik serta pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari. A. Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat: Menjelaskan faktor-faktor yang menentukan energi listrik. Mengamati hubungan antara kalor dengan beda potensial. Mengamati hubungan antara kalor dengan kuat arus listrik.
BnzdkoC. Hubungan antara kalor dengan energi listrik Kalor merupakan bentuk energi maka dapat berubah dari satu bentuk kebentuk yang lain. Berdasarkan Hukum Kekekalan Energi maka energi listrik dapat berubah menjadi energi kalor dan juga sebaliknya energi kalor dapat berubah menjadi energi listrik. Dalam pembahasan ini hanya akan diulas tentang hubungan energi listrik dengan energi kalor. Alat yang digunakan mengubah energi listrik menjadi energi kalor adalah ketel listrik, pemanas listrik, dll. Besarnya energi listrik yang diubah atau diserap sama dengan besar kalor yang dihasilkan. Sehingga secara matematis dapat dirumuskan. W = Q Untuk menghitung energi listrik digunakan persamaan sebagai berikut W = Keterangan W adalah energi listrik J P adalah daya listrik W t adalah waktu yang diperlukan s Bila rumus kalor yang digunakan adalah Q = – t1 maka diperoleh persamaan ; = – t1 Yang perlu diperhatikan adalah rumus Q disini dapat berubah-ubah sesuai dengan soal. Kalorimetri adalah ilmu dalam pengukuran panas dari reaksi kimia atau perubahan fisik. Kalorimetri termasuk penggunaan calorimeter. Kata kalorimetri berasal dari bahasa Latin yaitu calor, yang berarti panas. Kalorimetri tidak langsung indirect calorimetry menghitung panas pada makhluk hidup yang memproduksi karbondioksida dan buangan nitrogen ammonia, untuk organisme perairan, urea, untuk organisme darat atau konsumsi oksigen. Lavosier 1780 mengatakan bahwa produksi panas dapat diperkirakan dari konsumsi oksigen dengan menggunakan regresi acak. Hal itu membenarkan teori energi dinamik. Pengeluaran panas oleh makhluk hidup juga dapat dihitung oleh perhitungan kalorimetri langsung direct calorymetry, dimana makhluk hidup ditempatkan didalam kalorimeter untuk dilakukan pengukuran Jika benda atau system diisolasi dari alam, maka temperatur harus tetap konstan. Jika energi masuk atau keluar, temperatur akan berubah. Energi akan berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya yang disebut dengan panas dan kalorimetri mengukur perubahan suhu tersebut, bersamaan dengan kapasitas panasnya, untuk menghitung perpindahan panas. Kalorimetri adalah pengukuran panas secara kuantitatif yang masuk selama proses kimia. Kalorimeter adalah alat untuk mengukur panas dari reaksi yang dikeluarkan. Berikut adalah gambar calorimeter yang kompleks dan yang sederhana. Kalorimetri adalah pengukuran kuantitas perubahan panas. Sebagai contoh, jika energi dari reaksi kimia eksotermal diserap air, perubahan suhu dalam air akan mengukur jumlah panas yang ditambahkan. Kalorimeter digunakan untuk menghitung energi dari makanan dengan membakar makanan dalam atmosfer dan mengukur jumlah energi yang meningkat dalam suhu kalorimeter. Bahan yang masuk kedalam kalorimetri digambarkan sebagai volume air, sumber panas yang dicirikan sebagai massa air dan wadah atau kalorimeter dengan massanya dan panas spesifik. Keseimbangan panas diasumsikan setelah percobaan perubahan suhu digunakan untuk menghitung energi tercapai.
1. Energi Listrik Energi listrik merupakan suatu bentuk energi yang berasal dari sumber arus. Energi listrik dapat diubah menjadi bentuk lain, misalnya • Energi listrik menjadi energi kalor / panas, contoh seterika, solder, dan kompor listrik. • Energi listrik menjadi energi cahaya, contoh lampu. • Energi listrik menjadi energi mekanik, contoh motor listrik. • Energi listrik menjadi energi kimia, contoh peristiwa pengisian accu, peristiwa penyepuhan peristiwa melapisi logam dengan logam lain. Jika arus listrik mengalir pada suatu penghantar yang berhambatan R, maka sumber arus akan mengeluarkan energi pada penghantar yang bergantung pada • Beda potensial pada ujung-ujung penghantar V. • Kuat arus yang mengalir pada penghantar i. • Waktu atau lamanya arus mengalir t. Berdasarkan pernyataan di atas, dan karena harga V = maka persamaan energi listrik dapat dirumuskan dalam bentuk W = = W = i^ dalam satuan watt-detik dan karena i = V/R, maka persamaan energi listrik dapat pula dirumuskan dengan W = i^ = V/R^ W = V^ dalam satuan watt-detik Keuntungan menggunakan energi listrik a. Mudah diubah menjadi energi bentuk lain. b. Mudah ditransmisikan. c. Tidak banyak menimbulkan polusi/ pencemaran lingkungan. Energi listrik yang dilepaskan itu tidak hilang begitu saja, melainkan berubah menjadi panas kalor pada penghantar. Besar energi listrik yang berubah menjadi panas kalor dapat dirumuskan Q = 0,24 V i t……kalori Q = 0,24 i^2 R t…..kalori Q = 0,24 V^ Jika V, i, R, dan t masing-masing dalam volt, ampere, ohm, dan detik, maka panas kalor dinyatakan dalam kalori. Konstanta 0,24 didapat dari percobaan joule, Di dalam percobaannya Joule menggunakan rangkaian alat yang terdiri atas kalorimeter yang berisi air serta penghantar yang berarus listrik. Jika dalam percobaan arus listrik dialirkan pada penghantar dalam waktu t detik, ternyata kalor yang terjadi karena arus listrik berbanding lurus dengan a. Beda potensial antara kedua ujung kawat penghantar V b. Kuat arus yang melalui kawat penghantar i c. Waktu selama arus mengalir t. dan hubungan ketiganya ini dikenal sebagai “hukum Joule” Karena energi listrik 1 joule berubah menjadi panas kalor sebesar 0,24 kalori. Jadi kalor yang terjadi pada penghantar karena arus listrik adalah Q = 0,24 kalori Daya Listrik Daya listrik adalah banyaknya energi tiap satuan waktu dimana pekerjaan sedang berlangsung atau kerja yang dilakukan persatuan waktu. Dari definisi ini, maka daya listrik P dapat dirumuskan Daya = Energi/waktu P =W/t P = = P = i^2 R P = V^2/R dalam satuan volt-ampere, VA Satuan daya listrik a. watt W = joule/detik b. kilowatt kW 1 kW = 1000 W. Dari satuan daya maka muncullah satuan energi lain yaitu Jika daya dinyatakan dalam kilowatt kW dan waktu dalam jam, maka satuan energi adalah kilowatt jam atau kilowatt-hour kWh. 1 kWh = 36 x 105 joule Dalam satuan internasional SI, satuan daya adalah watt W atau setara Joule per detik J/sec. Daya listrik juga diekspresikan dalam watt W atau kilowatt kW. Konversi antara satuan HP dan watt, dinyatakan dengan formula sebagai berikut 1 HP = 746 W = 0,746 kW 1kW = 1,34 HP Sedangkan menurut standar Amerika US standard, daya dinyatakan dalam satuan Hourse Power HPatau ftlb/sec. Pemanfaatan Energi Listrik Di antara peralatan listrik di rumah anda, anda mungkin mempunyai pengering rambut, beberapa lampu, pesawat TV, stereo, oven microwave, kulkas dan kompor listrik. Masing-masing mengubah energi listrik menjadi energi bentuk lain, misalnya energi cahaya, energi kinetik, energi bunyi, atau energi panas. Berapa besarnya energi listrik yang diubah menjadi energi bentuk lain? dan berapa lajunya? Energi yang di catu pada rangkaian dapat digunakan dengan beberapa cara yang berbeda. Motor merubah energi listrik menjadi energi mekanik. Lampu listrik merubah energi listrik menjadi cahaya. Sayangnya tidak semua energi yang diberikan ke motor atau ke lampu dapat dimanfaatkan. Cahaya, khususnya cahaya lampu pijar menimbulkan panas. Motor terlalu panas untuk disentuh. Dalam setiap kasus, ada sejumlah energi yang diubah menjadi panas. Klik Sumber
Pengertian Kalor Kalor didefinisikan seumpama energi panas yang dimiliki oleh suatu zat. Secara umum kerjakan mendeteksi adanya kalor yang dimiliki makanya suatu benda yakni dengan mengukur suhu benda tersebut. Kalau suhunya jenjang maka kalor yang dikandung oleh benda sangat besar, sama dengan sebaliknya jika suhunya minus maka kalor nan dikandung sedikit. Bersumber hasil percobaan nan camar dilakukan segara kecilnya kalor yang dibutuhkan suatu bendazat bergantung puas 3 faktor massa zat spesies zat hangat api jenis perubahan suhu Sehingga secara matematis bisa dirumuskan Q = – t1 Dimana Q adalah kalor nan dibutuhkan J m adalah massa benda kg c adalah kalor jenis J/kgC t2-t1 ialah perubahan guru C Bahang dapat dibagi menjadi 2 jenis Kalor yang digunakan untuk memanjatkan suhu Bahang yang digunakan untuk mengubah wujud kalor laten, paralelisme yang digunakan dalam panas api laten ada dua macam Q = dan Q = Dengan U yaitu kalor uap J/kg dan L yakni kalor lebur J/kg N domestik pembahasan kalor ada dua kosep yang karib sama saja farik adalah kapasitas hangat api H dan bahang jenis c Kapasitas kalor adalah banyaknya bahang yang diperlukan untuk menaikkan master benda sebesar 1 derajat celcius. H = Q/t2-t1 Kalor keberagaman yakni banyaknya panas api yang dibutuhkan cak bagi menaikkan suhu 1 kg zat sebesar 1 derajat celcius. Alat yang digunakan buat menentukan lautan panas api tipe merupakan kalorimeter. c = Q/m.t2-t1 Bila kedua persamaan tersebut dihubungkan maka terbimbing persamaan bau kencur H = Analisis grafik perlintasan wujud lega es yang dipanaskan sampai menjadi uap. Dalam tabulasi ini bisa dilihat semua persamaan kalor digunakan. Keterangan Pada Q1 es mendapat kalor dan digunakan memanjatkan temperatur es, setelah guru sampai sreg 0 C kalor yang masin lidah digunakan bakal melebur Q2, selepas semua menjadi air barulah terjadi kenaikan suhu air Q3, setelah suhunya mengaras suhu 100 C maka kalor yang diterima digunakan untuk berubah wujud menjadi uap Q4, kemudian setelah berubah menjadi uap semua maka akan sekali lagi terjadi kenaikan suhu kembali Q5 Bakal mencoba kemampuan yuk kkerjakan cak bimbingan pertanyaan dengan cara klik disini. Asosiasi antara bahang dengan energi listrik Kalor merupakan bentuk energi maka dapat berubah berpokok satu bentuk kebentuk yang lain. Berdasarkan Syariat Kekekalan Energi maka energi setrum dapat berubah menjadi energi bahang dan juga sebaliknya energi panas api dapat berubah menjadi energi setrum. Dalam pembahasan ini cuma akan diulas mengenai hubungan energi elektrik dengan energi hangat api. Alat yang digunakan mengubah energi listrik menjadi energi panas api adalah ketel elektrik, perapian listrik, dll. Besarnya energi listrik yang diubah alias diserap setara dengan lautan kalor yang dihasilkan. Sehingga secara matematis dapat dirumuskan. W = Q Lakukan menotal energi listrik digunakan paralelisme seumpama berikut W = Proklamasi W adalah energi listrik J P yakni pusat listrik W horizon adalah masa yang diperlukan s Bila rumus bahang nan digunakan merupakan Q = – t1 maka diperoleh paralelisme ; = – t1 Yang perlu diperhatikan yakni rumus Q disini dapat berubah-ubah sesuai dengan soal. Asas Black Menurut asas Black apabila ada dua benda nan suhunya berbeda kemudian disatukan alias dicampur maka akan terjadi aliran kalor dari benda nan bersuhu pangkat memfokus benda nan bersuhu adv minim. Aliran ini akan berhenti sebatas terjadi kesamarataan termal suhu kedua benda sekufu. Secara matematis dapat dirumuskan Q abolisi = Q songsong Yang melepas kalor adalah benda yang suhunya jenjang dan yang menerima kalor adalah benda yang bersuhu rendah. Bila paralelisme tersebut dijabarkan maka akan diperoleh Q pembebasan = Q terima – ta = Catatan yang harus selalu diingat sekiranya menggunakan asasa Black adalah pada benda nan bersuhu strata digunakan t1 – ta dan kerjakan benda nan bersuhu rendah digunakan ta-t2. Dan rumus kalor yang digunakan tidak camar yang cak semau diatas bergantung pada soal yang dikerjakan. Kalorimeter I Kalorimeter bermakna “mengukur panas”. Ketika aliran erotis terjadi antara dua benda nan terisolasi berpangkal lingkungannya, jumlah seronok yang hilang berbunga satu benda harus setara dengan total benda lainnya. Panas adalah yang berpindah, jadi prinsipnya adalah prinsip kekekalan memberahikan yang ditambahkan pada suatu benda laksana substansial dan sreg besaran yang menyingkir benda sebagai bilang benda berinteraksi, jumlah aljabar berpokok setiap kuantitas panas yang dipindahkan pada semua benda harus sebabat dengan adalah Azas Black yang dasarnya adalah kekekalan energi. Kalor selalu berkaitan dengan dua situasi yaitu proses pemanasan atau proses pendinginan yang melibatkan transisi suhu dan proses perubahan wujud zat yang terjadi lega suhu nan tetap. Proses pemanasan dan pendinginan digunakan persamaan Q = m . c . T Dimana Q = bahang yang dilepaskan atau dikabulkan Joule m = massa bahan kg c = kapasitas panas tersendiri objek J/kgoC T = perubahan suhu oC Proses perubahan wujud zat, digunakan pertepatan Q = m . Lv Dengan Q = kalor yang dilepaskan atau masin lidah Joule m = massa bahan kg Lv = kalor laten peleburan/pengerasan J/kg Kalorimeter adalah perkakas yang digunakan buat menentukan kapasitas kalor suatu benda kapasitas kalor khas suatu bahan. Di dalam kalorimeter terdapat pengaduk yang terbuat semenjak sasaran nan sama dengan bejana kalorimeter P . Tutup kalorimeter T terbuat dari bahan isolator yang berlubang di tengah kerjakan memasang termometer. Sreg teknik nan dikenal dengan teknik pencampuran, satu spesimen zat dipanaskan hingga temperature tinggi yang diukur dengan akurat dan dengan cepat ditempatkan pada air dingin internal kalorimeter. Kalor yang hilang dari percontoh tersebut akan dipedulikan maka itu air dan kalorimeter bejana dan pengaduk . Thermometer digunakan buat mengukur temperature awal air dan calorimeter serta temperature penghabisan senyawa. Temperatur awal bejana, pengaduk, dan air diukur sesudah seluruh episode calorimeter dan air tersebut congah internal keadilan termal nan berarti n kepunyaan guru yang sama. Setelah dicamapur, suhu akhir diukur setelah dicapai keseimbangan termal antara air, sample bejana calorimeter, dan pengaduk. Kalorimeter II Telah dibuktikan oleh banyak ilmuwan dan eksperimen bahwa ketika 1 kalori kalor dikonversikan ke kerja mekanik maupun kerja listrik maka 4,186 Joule kerja akan dihasilkan. 1 cal = 4,18 J Elemen panas internal sebuah calorimeter nan dihubungkan dengan sumber daya untuk batas waktu tertentu selama itu kerja setrum meningkatkan master zat hancuran Untuk menghitung energi nan diberikan puas calorimeter, paralelisme daya digunakan P = W / lengkung langit atau W = P . t Sedangkan daya setrum dinyatakan P = V . I, maka pertepatan di atas yang memasrahkan konsumsi energi listrik menjadi persamaan 1 W = V . I . tepi langit Di arah tidak, dengan mengukur tegangan yang diberikan V, persebaran efektif I dan waktu t, energi listrik yang diberikan pada calorimeter dapat dihitung dengan persamaan di atas. Dengan mengukur suhu awal dan penghabisan calorimeter, ialah air, bejana aluminium dan elemen pemanas, maka energi yang dihasilkan dapat dihitung. Tentu belaka produktivitas kalor tunggal air, aluminium serta elemen pemanas harus ditentukan dari literature fisika. Menggiurkan yang diserap calorimeter Q total = Q air + Q bejana + Q pengaduk + Q elemen Misal catatan elemen pemanas sendiri punya konglomerat yang kecil dan konglomerasi tersebut boleh ditambahkan pada komposit kaki ferum zarah tersebut. Asumsikan elemen dan kaki logamnya memiliki macam yang separas umumnya adalah brass . Q total = Q air + Q bejana + Q pengocok + Q elemen Qtotal = + + langit + T Atau persamaan 2 Qtotal = + + + T Kemiripan ini menghitung kuantitas seronok nan dihasilkan berasal panas api sebagai hasil kerja berpunca listrik kerumahtanggaan elemen genahar dalam Joule. Kedua biji dapat dihitung untuk menentukan berapa joule dapat dihasilkan darisuatu kalori atau sebaliknya. Variasi-JENIS KALORIMETER Sejumlah jenis kalorimeter 1 Kalorimeter Pelabuhan Merupakan kalorimeter yang khusus digunakan lakukan menentukan kalor dari reaksi-reaksi pembakaran. Kalorimeter ini terdiri berpangkal sebuah dermaga ajang berlangsungnya reaksi pembakaran, terbuat berasal bahan stainless steel dan diisi dengan gas oksigen pada impitan tinggi dan sejumlah air yang dibatasi dengan wadah yang kedap erotis. Reaksi pembakaran yang terjadi di dalam bom, akan menghasilkan hangat api dan diserap oleh air dan bom. Oleh karena tidak suka-suka panas api yang terbuang ke lingkungan, maka q reaksi = – q air + q pelabuhan Jumlah hangat api yang diserap oleh air dapat dihitung dengan rumus q air = m x c x DT dengan m = agregat air dalam kalorimeter g c = kalor jenis air dalam kalorimeter J / murniC atau J / g. K DT = perubahan suhu oC ataupun K Jumlah kalor nan diserap oleh bom dapat dihitung dengan rumus q bom = C bom x DT dengan C bom = kapasitas panas api pangkalan J / udara murniC maupun J / K DT = pergantian master ozonC atau K Reaksi yang berlangsung pada kalorimeter bom berlantas pada volume teguh DV = nol . Makanya karena itu, transisi kalor nan terjadi di dalam sistem = perubahan energi dalamnya. DE = q + w dimana w = – P. DV jika DV = nol maka w = nol maka DE = qv Contoh soal Satu kalorimeter bom kebal 250 mL air yang suhunya 25oC, kemudian dibakar 200 mg tabun metana. Suhu terala yang dicapai air dalam kalorimeter = 35oC. Jika daya produksi panas api kalorimeter = 75 J / oC dan bahang tipe air = 4,2 J / murniC, berapakah DHc gas metana? Jawaban q air = m x c x DT = 250 x 4,2 x 35 – 25 = J q bom = C bom x DT = 75 x 35 – 25 = 750 J q reaksi = – q air + q persinggahan q reaksi = – J + 750 J = – J = – 11,25 kJ 200 mg CH4 = 0,2 g CH4 = 0,2 / 16 mol = 0,0125 mol DHc CH4 = – 11,25 kJ / 0,0125 mol = – 900 kJ / mol reaksi eksoterm 2 Kalorimeter Tersisa Pengukuran panas api reaksi; selain kalor reaksi pembakaran dapat dilakukan dengan menunggangi kalorimeter lega tekanan tetap yaitu dengan kalorimeter sederhana yang dibuat berpunca gelas stirofoam. Kalorimeter ini lazimnya dipakai untuk kalor reaksi nan reaksinya berlanjut privat fase larutan misalnya reaksi penetralan asam – basa / penetralan, pelarutan dan sedimentasi . Pada kalorimeter ini, kalor reaksi = jumlah bahang yang diserap / dilepaskan larutan sedangkan panas api nan diserap makanya beling dan lingkungan; diabaikan. q reaksi = – q larutan + q kalorimeter q kalorimeter = C kalorimeter x DT dengan C kalorimeter = kapasitas kalor kalorimeter J / oC atau J / K DT = perubahan suhu ozonC atau K Sekiranya harga kapasitas kalor kalorimeter sangat kerdil; maka dapat diabaikan sehingga perubahan kalor dapat dianggap sahaja berakibat lega pertambahan master larutan privat kalorimeter. q reaksi = – q larutan q hancuran = m x c x DT dengan m = agregat hancuran dalam kalorimeter g c = hangat api jenis larutan dalam kalorimeter J / atau J / g. K DT = perubahan suhu oC atau K Pada kalorimeter ini, reaksi berlangsung pada tekanan tetap DP = zero sehingga perubahan bahang yang terjadi kerumahtanggaan sistem = perubahan entalpinya. DH = qp Contoh soal Sebanyak 50 mL = 50 gram larutan HCl 1 M bersuhu 27 oC dicampur dengan 50 mL = 50 gram enceran NaOH 1 M bersuhu 27 oC n domestik suatu kalorimeter beling stirofoam. Suhu campuran panjat sampai 33,5 oC. Jika kalor jenis larutan = kalor keberagaman air = 4,18 J / Tentukan perubahan entalpinya! Jawaban q larutan = m x c x DT = 100 x 4,18 x 33,5 – 27 = J Karena kalor kalorimeter diabaikan maka q reaksi = – q larutan = – J Jumlah mol n HCl = 0,05 L x 1 mol / L = 0,05 mol Besaran mol tepi langit NaOH = 0,05 L x 1 mol / L = 0,05 mol Oleh karena perbandingan jumlah mol pereaksi = perbandingan koefisien reaksinya maka fusi tersebut yaitu ekivalen. DH harus disesuaikan dengan stoikiometri reaksinya, sehingga q 1 mol HCl + 1 mol NaOH = 1 / 0,05 x – J = – J = – 54,34 kJ Jadi DH reaksi = q reaksi = – 54,34 kJ