Tujuandari sharing dan doa bersama ini adalah supaya ada banyak orang menyaksikan kebaikan Tuhan, karunia yang Tuhan berikan bagi saudara seiman kita dan akhirnya nama Tuhan dimuliakan. Penutup. Penderitaan atau keputusasaan dalam hidup adalah hal yang pasti kita alami, kita tidak punya pilihan untuk menghindarinya.
Lailahaillallahul adhimul halimu la ilaha illallahu rabbul arsyil adhimi la ilaha illallahu rabbussamawati wal rabul ardhi wa rabbul arsyil karimi. " (Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha-Agung dan Mahapenyantun. Tiada Tuhan selain Allah, Tuhan Penguasa arasy yang agung. Tiada Tuhan selain Allah, Tuhan langit dan bumi serta Tuhan arasy yang mulia)."
Saudaraku kaum muslimin rahimakumullah. Pada pembahasan seri sebelumnya, sudah dijelaskan bahwa di antara solusi menghadapi wabah penyakit dan bencana adalah tobat dan memperbanyak istighfar. Pada artikel ini, insya Allah akan dibahas secara ringkas tentang solusi penting berikutnya dalam menghadapi wabah penyakit dan musibah, yakni doa. Doa Adalah Ibadah Rasulullah shallallahu alaihi wa
Khusnulkhotimah merupakan kematian yang selalu dinantikan orang. Meninggal karena sebab dan keadaan yang baik menjadi harapan semua orang. Untuk itu, kita patut memohon agar dimatikan dalam keadaan Khusnul Khotimah. Mati dalam keadaan baik dan memberikan kebaikan. Agar hal itu terjadi, dianjurkan membaca doa ini. Doa tersebut diajarkan Imam Al
DoaMenghindari Amarah. Bagaimana menghindari marah, doa ini akan membantumu. Alhafiz Kurniawan, M. Hum 10 September 2018 9140. "Sesungguhnya orang yang kuat bukan orang yang unggul dalam bergulat, melainkan orang yang mampu menguasai dirinya saat marah.". Pernyataan Rasulullah yang diriwayatkan Abu Dawud dan At-Tirmidzi ini menyiratkan
DoaSiap Menghadapi Kematian. Allah, yang menguasai hidup dan mati, lewat kematian Engkau menghantar Yesus kepada kebangkitan. Lewat kematian pula Engkau menghantar semua pengikut Yesus kepada kebahagiaan abadi. Kematian telah Kau jadikan pintu yang harus kami lewati untuk masuk ke dalam hidup abadi.
Syokdan penolakan. Ini adalah keadaan tidak percaya dan perasaan mati rasa. Sakit dan rasa bersalah. Marah dan tawar menawar. Putaran ke atas. Rekonstruksi dan bekerja melalui. Penerimaan dan harapan. Bagaimana Anda menangani kesedihan? Mengatasi Duka: 7 Hal yang Perlu Diingat Saat Menghadapi Kehilangan. Tidak akan selamanya terasa seperti ini.
Said bin Ali bin Wahf al-Qahthani, pada hal. 90 dengan judul, "Doa bagi siapa yang mendapatkan kesulitan." Beliau menyebutkan bahwa Syaikh al-Arnauth menshahihkannya dalam Takhrij al-Adzkar lil Nawawi, hal. 106. Makna Doa. Makna dari doa di atas, bahwa Allah tidak menjadikan segala sesuatu mudah bagi manusia.
DoaMenghadapi Kematian. Rp 52.000. Hemat Rp 10.400. Rp 41.600. Judul. Doa Menghadapi Kematian. Penulis. Islah Gusmian. No. ISBN. 979. Penerbit. (dalam buku laris, Psikologi Kematian) Doa adalah khazanah spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah. Buku ini mengajak kita untuk menyambut kematian yang indah melalui kesalehan sosial dan
DoaMenghadapi Masalah Sesuai Hadits Riwayat Ibnu Hibban dari Anas bin Malik RA: BACA JUGA: Macam-Macam Ideologi yang Ada di Dunia, Simak Penjelasan Selengkapnya 40 Kata-kata Semangat Bulan Agustus, Sebagai Motivasi di Awal yang Baru. Allahumma la sahla illa ma ja'altahu sahla, wa anta taj'alul hazna idza syi'ta sahla.
7q8N. Krisis yang berkepanjangan bisa menyebabkan guncangan mental yang luar biasa bagi seseorang. Terlepas dari berbagai faktor, dalam keadaan seperti ini, bagi mereka yang lemah imannya akan mengalami keputusasaan dari berharap rahmat Allah SWT. Lebih buruknya adalah mengharapkan kematian segera. Namun, yang menjadi pertanyaan adalah bolehkah seseorang berdoa mengharap kematian? Allamah Sayyid Abdullah bin Alawi Al-Haddad dalam kitabnya Sabรฎlul Iddikรขr wal Iโtibรขr bimรข Yamurru bil Insรขn wa Yanqadli Lahu minal Aโmรขr Dar Al-Hawi, Cet. II, 1998, hal. 58 menjelaskan sebagai berikut ููููุฑู ุชู
ูู ุงูู
ูุชุ ูุงูุฏุนุงุก ุจูุ ูุถุฑ ููุฒู ุจุงูุฅูุณุงูุ ู
ู ู
ุฑุถ ุฃูููุฑ ุฃู ูุญู ุฐุงูู ู
ู ุดุฏุงุฆุฏ ุงูุฏููุง ูุฅู ุฎุงู ูุชูุฉ ูู ุฏููู ุฌุงุฒ ูู ุชู
ูููุ ูุฑุจู
ุง ููุฏูุจู Artinya โAdalah makruh tidak disukai mengharapkan mati atau berdoa memohon kematian disebabkan penderitaan yang menimpa seseorang, seperti penyakit, kemiskinan, dan hal-hal semacam itu yang merupakan kesengsaraan dunia. Namun jika ia merasa takut hal itu akan menjadi fitnah godaan berat terhadap agamanya, maka hal itu diperbolehkan, dan terkadang malah dianjurkan.โ Dari kutipan di atas dapat diketahui bahwa hukum mengharapkan atau berdoa memohon kematian disebabkan merasa tidak kuat atas penderitaan dan kesulitan yang bersifat jasmani seperti terkena penyakit yang parah, terhimpit kemiskinan yang menyengsarakan, dan sebagainya, adalah makruh. Hal ini didasarkan pada hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan dari Bukhari, Muslim, Abu Daud dan Tirmidzi sebagai berikut ูุง ููุชูู
ููููููููู ุฃุญุฏูู
ุงูู
ูุช ูุถุฑ ูุฒู ุจูุ ูุฅู ูุงู ูุง ุจุฏ ูุงุนูุงู ููููู ุงูููู
ุฃุญููู ู
ุง ูุงูุช ุงูุญูุงุฉ ุฎูุฑูุง ููุ ูุชูููู ุฅุฐุง ูุงูุช ุงูููุงุฉ ุฎูุฑูุง ูู. Artinya โJangan sekali-kali ada orang di antara kalian menginginkan kematian karena tertimpa suatu bencana. Namun jika sangat terpaksa, maka sebaiknya ia mengucapkan doa Ya Allah biarkanlah aku hidup sekiranya hidup itu lebih baik bagiku, dan matikanlah aku sekiranya kematian itu lebih baik bagikuโ.โ Kutipan di atas menjelaskan mengharapkan kematian sesungguhnya tidak dianjurkan sekalipun dilatarbelakangi kesengsaraan karena tertimpa bencana, misalnya. Namun demikian pada tingkat tertentu hal itu bisa dibenarkan dengan catatan cara memohonnya harus dengan doa yang tidak mencerminkan keputusasaan. Doa tersebut harus seperti yang diajarkan Rasulullah SAW sebagaimana dicontohkan dalam hadits di atas, yakni tidak memohon kematian itu sendiri secara mutlak tetapi lebih memasrahkannya kepada Allah SWT yang Maha Tahu dan Maha Bijaksana. Maksudnya biarlah Allah sendiri yang memutuskan apakah seseorang akan dimatikan atau dipertahankan hidup sebab pada hakikatnya hanya Allah yang mengetahui mana yang lebih baik antara hidup dan mati. Bisa jadi Allah tetap mempertahankan hidup seseorang dengan maksud memberinya kesempatan untuk menambah kebaikan-kebaikannya atau memperbaiki diri sebagai pertobatan bagi yang banyak dosanya. Hal ini sesuai dengan Hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari sebagai berikut ูุง ููุชูู
ููููู ุฃุญุฏูู
ุงูู
ูุชุ ุฅู
ุง ู
ุญุณู ููุนูู ูุฒุฏุงุฏุ ูุฅู
ุง ู
ุณูุก ููุนูู ููุณูุชูุนูุชูุจู. Artinya โJanganlah ada seseorang dari kalian yang mengharapkan kematian. Jika ia orang yang baik, mudah-mudahan hal itu menambah kebaikannya. Dan jika ia orang yang buruk semoga ia dapat memanfaatkannya untuk bertobat.โ Selanjutnya Sayyid Abdullah Al-Haddad menjelaskan di halaman yang sama hal. 58 bahwa kematian seseorang sesungguhnya telah ditetapkan dengan qadhaโ-Nya sebagaimana kutipan berikut ini ุฅู ุงูู
ูุช ุฃู
ุฑ ู
ูุชูุจ ุนูู ุฌู
ูุน ุงูุฃูุงู
ุ ููุถุงุก ู
ุญุชูู
ุนูู ุงูุฎุงุต ูุงูุนุงู
ุ ููุฏ ุณูู ุงููู ููู ุจูู ุงูููู ูุงูุถุนููุ ูุงููุถูุน ูุงูุดุฑูู. Artinya โSesungguhnya kematian adalah sesuatu perkara yang telah ditetapkan pada seluruh manusia dan berlaku tanpa terkecuali. Allah tidak pilih kasih dalam hal ini sehingga tidak memandang kuat lemahnya fisik seseorang ataupun tinggi rendahnya kedudukan mereka di masyarakat.โ Kesimpulannya, berdoa memohon kematian sesungguhnya tidak baik dan tidak perlu apa pun alasannya sebab kematian seseorang sesungguhnya telah ditetapkan oleh Allah SWT sebelum kelahirannya ke alam dunia ini. Oleh karena itu siapa pun, terutama mereka yang berada dalam kondisi kritis, sebaiknya dapat memandang hidup apa pun kondisinya sebagai kesempatan untuk beramal baik. Orang yang sudah baik diharapkan dapat menambah kebaikannya; sedangkan yang belum baik diharapkan dapat memanfaatkannya untuk bertobat sebelum ajal benar-benar menjemputnya. Penulis Muhammad Ishom Editor Agung Gumelar Sumber
โ Doa mohon kemudahan dalam menghadapi kesulitan. Setiap manusia pasti akan diberi cobaan oleh Allah SWT. Semakin tinggi iman kita kepada-Nya, maka semakin besar pula cobaan yang kita dapatkan. Sebelumnya kita telah membahas doa agar diberi kemudahan yang dimaksudkan untuk memohon kepada Allah SWT supaya segala cobaan yang dilimpahkan kepada kita dapat kita lewati dengan mudah sehingga iman dan taqwa kita meningkat. Di bawah ini, kami akan kembali memberikan beberapa kumpulan doa ketika menghadapi kesulitan agar Allah SWT membantu kita melewati kesulitan, kesengsaraan, hingga kelaparan. Asalkan kita percaya bahwa Allah SWT adalah Tuhan yang maha menolong, insyaallah doa kita akan dikabulkan. Doa, wirid, atau dzikir ini dapat dijadikan amalan ketika berada dalam masa sulit, saat kebingungan dan pusing menghadapi kesulitan hidup yang sangat berat, ketika merasa putus asa, sedih, khawatir, atau takut tidak bisa melewati cobaan yang diberikan Allah SWT. Doa yang akan ditulis di bawah ini bersumber dari berbagai hadits shahih. Doa yang dicontohkan oleh Rasulullah SWT untuk memohon kemudahan agar dapat menghadapi kesulitan saat berdakwah di Tanah Jazirah Arab. Silahkan disimak. Doa Ketika Menghadapi Kesulitan Berat Setiap orang pasti memiliki kesulitan dalam berbagai tingkat, mulai dari yang mudah diatasi hingga sulit dicari solusi atau jalan keluarnya. Dengan membaca doa singkat, pendek dan ringkas ini, insyaallah kita akan terbebas dari kesulitan yang melanda. Karena doa ini memiliki makna bahwa kita memohon kepada Allah SWT untuk memberikan rahmat dan petunjuk yang tulus sehingga kita bisa menghadapi urusan dan melewati kesulitan yang begitu berat dan membuat kita frustasi. Berikut adalah bacaan doa lafadz saat menghadapi masalah dalam agama Islam sesuai sunnah yang benar dan shahih berdasarkan hadits serta ditulis dalam bahasa Arab, tulisan latin dan artinya atau terejmahan bahasa Indonesia lengkap. ุฑูุจููููุง ุกูุงุชูููุง ู
ููู ููุฏููููู ุฑูุญูู
ูุฉู ูููููููุฆู ููููุง ู
ููู ุฃูู
ูุฑูููุง ุฑูุดูุฏูุง Robbanaa aatinaa minladunka rohmataw wahayya lanaa min amrinaa rosyada. Artinya โWahai Tuhan kamu berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami.โ Doa Mohon Kemudahan Menghadapi Kesulitan Selain doa di atas, ada pula doa alternatif lain yang bisa kita amalkan dan panjatkan untuk mohon kemudahan menghadapi kesulitan. Doa ini memiliki faedah dan fadhilah memohon pada-Nya untuk menghindarkan kita dari sesuatu yang berbahaya. Doa ini dapat dipanjatkan kapan saja, mulai dari setelah sholat tahajud, dhuha, atau sholat hajat hingga setelah melaksanakan puasa senin kamis untuk memohon agar kesulitan yang tengah kita hadapi dapat segera teratasi. Langsung saja tanpa basa basi silahkan simak doa ketika menghadapi kesulitan, doa mohon kemudahan menghadapi kesulitan, doa agar kesulitan teratasi, doa mohon petunjuk kepada Allah SWT, doa meminta pertolongan dan bantuan Allah Taโala di bawah ini. ุจูุณูู
ู ุงูููููู ุงูููุฐูู ููุง ููุถูุฑูู ู
ูุนู ุงุณูู
ููู ุดูููุกู ููู ุงููุฃูุฑูุถู ููููุง ููู ุงูุณููู
ูุงุกู ูููููู ุงูุณููู
ููุนู ุงููุนููููู
ู Bismillaahil ladzii laa yadlurru maโas mihi syaiโun fil ardli walaa fis samaaโi wahuwas samiiโul aliim. Artinya โDengan nama Allah, dengan nama-Nya tidak akan berbahaya sesuatu yang ada di bumi maupun yang ada di langit, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.โ Kesimpulan Sekian penjelasan mengenai doa menghadapi kesulitan hidup, membayar hutang, ekonomi, kerja, belajar, sesuai sunnah, pekerjaan, doa saat mendapat kesulitan hidup, doa menghindari kesulitan dunia akhirat dan keputusasaan.
Unduh PDF Unduh PDF Tidak peduli berapa pun usia atau tahapan hidup Anda, menghadapi kematian selalu sulit. Kematian adalah bagian hidup yang tidak dapat dihindarkan. Meski begitu, bukan berarti Anda tidak dapat belajar dari kematian dan mengendalikan perasaan berduka Anda. Meskipun proses tersebut sulit, belajar tentang cara menghadapi kematian akan menjadikan Anda orang yang lebih kuat dan bahagia dalam jangka panjang. 1 Ketahuilah bahwa perasaan duka adalah sesuatu yang alami. Jangan berkecil hati atau kesal kepada diri sendiri, atau khawatir kalau Anda akan tidak dapat melanjutkan hidup. Setelah kematian seseorang yang kita cintai, wajar untuk merasa sedih, kesal, dan kehilangan. Anda tidak perlu memerintahkan diri sendiri untuk "melupakannya" atau segera melanjutkan hidup. Sebagai gantinya, terima perasaan tersebut sebagai respons alami terhadap kematian - langkah ini akan mempermudah Anda untuk menangani kesedihan Anda seiring dengan berjalannya waktu.[1] Emosi yang umumnya timbul antara lain Menyangkal terjadinya kematian Tergoncang atau kebas secara emosional Berusaha menawar atau menalar cara agar dapat menyelamatkan sang mendiang. Penyesalan akan hal-hal yang sudah terjadi ketika orang itu masih hidup. Depresi Kemarahan[2] 2 Biarkan diri Anda mengeluarkan perasaan Anda. Ketika pertama kalinya mengetahui tentang kematian orang tercinta, Anda akan merasa sakit. Alih-alih menghindari perasaan-perasaan tersebut sebaiknya Anda berusaha untuk mengeluarkannya dengan cara apa pun yang terasa alami. Menangis, merenung dalam diam, atau keinginan untuk membicarakan tentang kematian tersebut dianjurkan jika Anda butuh. Jangan menolak untuk menangis karena Anda pikir menangis "terlihat lemah". Jika ingin menangis, biarkan diri Anda menangis. Jangan merasa seolah Anda harus berduka dengan cara tertentu. Proses ini bersifat pribadi dan Anda harus menerima semua perasaan dan ekspresi yang terasa tepat bagi Anda. 3 Kemas memori Anda dalam kesan positif. Terlalu mudah untuk membiarkan emosi negatif kematian meliputi kita dan menghanyutkan memori-memori indah tentang seseorang ketika dia masih hidup. Pikirkan sifat-sifat lucu dan unik dari orang terkasih Anda dan ceritakan kepada orang-orang lain. Rayakan pencapaian dan kehidupan sang mendiang semasa hidup, temukan hal-hal baik di waktu yang sulit. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa pola pikir kita ketika menghadapi duka cita sangat memengaruhi perasaan kita satu sampai dua tahun ke depan, oleh karena itu perasaan positif pada saat ini akan membantu Anda tetap positif di masa yang akan datang.[3] "Pulih dari duka bukanlah proses melupakan, melainkan proses mengenang dengan lebih sedikit rasa sakit dan lebih banyak rasa bahagia." - Marie Josรฉ Dhaese[4] 4 Beri Anda waktu untuk memproses rasa kehilangan. Sering kali reaksi kita terhadap tragedi adalah dengan mengurangi waktu luang - bekerja lebih lama, pergi lebih sering dan tidur lebih larut. Ini merupakan usaha untuk "mengubur" perasaan berduka, yaitu tetap menyibukkan diri untuk menghindari perasaan tidak menyenangkan atau sedih. Padahal, menerima kematian itu butuh waktu. Lawan dorongan-dorongan untuk menggunakan obat-obatan dan alkohol untuk menghadapi kematian. Zat-zat ini tidak hanya menghambat kemampuan Anda untuk menguasai diri, tetapi juga dapat menyebabkan masalah-masalah fisik dan mental lainnya. 5 Bicarakan perasaan Anda dengan orang-orang tercinta. Anda tidak sendirian dalam perasaan duka ini, dan membagi pikiran, kenangan dan emosi Anda dengan orang-orang lain dapat membantu semua orang mengerti apa yang telah terjadi. Menutup diri dari orang lain tidak hanya menghalangi kemampuan Anda untuk menghadapi kematian, namun juga menciptakan jurang di antara semua orang ketika sebenarnya mereka sedang sangat saling membutuhkan. Meskipun sulit untuk bicara, ada beberapa cara untuk memulai percakapan tersebut Angkat soal kenangan favorit Anda tentang sang mendiang. Rencanakan upacara pemakaman, penguburan atau ritual lainnya bersama-sama. Akuilah ketika Anda membutuhkan seseorang untuk melampiaskan amarah atau kesedihan Anda. 6Ungkapkan emosi Anda dalam bentuk seni atau tulisan. Meskipun hanya mencatat pikiran Anda dalam jurnal, menemukan cara untuk mengungkapkan pikiran akan membantu Anda untuk menghadapi perasaan-perasaan tersebut. Dengan menuliskan atau menuang pikiran melalui seni, Anda membuat pikiran Anda menjadi nyata dan lebih mudah dikendalikan. 7Jaga kesehatan Anda ketika berduka. Ada hubungan kuat antara kesehatan fisik dan mental kita,[5] dan merawat salah satunya akan selalu menguntungkan yang lainnya. Teruslah makan dengan benar, berolahraga dan tidur yang cukup, meskipun Anda merasa lesu atau tidak nyaman.[6] 8 Temukan kelompok dukungan support group. Menemukan orang-orang lain yang mengerti luka batin Anda dapat menjadi alat yang berharga untuk membantu mempelajari tentang perasaan Anda dan menghadapi kematian. Ketahuilah bahwa Anda bukanlah satu-satunya orang yang mengalami luka batin seperti ini dan ketahuilah bahwa dengan melakukan pencarian sederhana lewat internet tentang "Kelompok Dukungan Menghadapi Kematian" atau "Death Support Group" kelompok dukungan yang membantu orang-orang menghadapi kematian di daerah Anda dapat membantu mencari sebuah grup di dekat Anda. Ada berbagai kelompok-kelompok khusus untuk berbagai jenis kematian yang berbeda - grup untuk mereka yang kehilangan pasangan hidup atau orang tua, grup untuk mereka yang menghadapi kanker, dll. Departemen Kesehatan Amerika Serikat memiliki daftar terperinci tentang berbagai kelompok dukungan dan cara untuk menghubunginya di situs web kelompok dukungan mereka. 9 Bicaralah kepada seorang psikiater jika Anda mengalami perasaan sedih atau duka yang teramat sangat. Ada tenaga-tenaga profesional terlatih yang dapat membantu Anda menghadapi kematian orang terkasih, terutama jika Anda merasa seolah tidak dapat berfungsi normal atau kehilangan hasrat untuk tetap hidup.[7] Bimbingan dari konselor, terapis dari sekolah, dan tenaga kesehatan jiwa profesional dapat memberikan bimbingan dan dukungan selama Anda berusaha menghadapi kematian orang tercinta. 10 Kelola rasa duka Anda dengan rangka waktu Anda sendiri. Tidak ada jumlah waktu yang "benar" untuk menghadapi rasa duka - terkadang butuh waktu satu bulan, terkadang butuh waktu lebih dari satu tahun. Ketika seseorang yang Anda cintai meninggal, tidak ada yang bisa tahu bagaimana peristiwa itu akan memengaruhi Anda, sehingga jangan mencoba untuk mendesak diri sendiri buat cepat-cepat merasa lebih baik. Seiring berjalannya waktu, Anda akan belajar cara menerima kematian dengan gaya Anda sendiri.[8] "Tahap-tahap berduka" hanyalah petunjuk untuk perasaan yang awam dirasakan setelah kematian seseorang yang kita cintai. Tahapan tersebut bukan sederet kewajiban yang harus ditunaikan oleh seorang yang sedang berduka sebelum dapat melanjutkan hidup.[9] Iklan 1Bicarakan pilihan perawatan dan dukungan yang tersedia dengan dokter Anda. Terlepas dari apakah Anda atau orang terkasih yang mendapat diagnosis mematikan, Anda harus berkonsultasi dengan dokter mengenai pilihan-pilihan perawatan hospis rawat akhir dan paliatif perawatan penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Anda harus mendapatkan informasi tentang linimasa diagnosis tersebut dan apa yang bisa Anda lakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan Anda. [10] 2 Beri tahu orang-orang terkasih saat sudah siap. Hal ini sering kali sangatlah sulit, sehingga lakukan pelan-pelan saja dan pikirkan tentang apa yang ingin Anda katakan sebelumnya. Memberi tahu satu orang terlebih dahulu sering kali membantu; misalnya seorang teman tepercaya atau orang terdekat yang Anda sayangi, dan minta dia membantu mendukung Anda selagi Anda memberi tahu orang-orang lain. Jika Anda merasa sulit untuk mendiskusikan masalah ini dengan teman-teman dan keluarga, pertimbangkanlah untuk mulai menceritakannya kepada seorang konselor atau kelompok dukungan terlebih dahulu.[11] Semua orang akan memberi beragam reaksi terhadap berita ini, mulai dari amarah hingga kesedihan, namun pahamilah bahwa ini semua karena mereka sayang dan peduli terhadap Anda.[12] 3 Temukan kelompok dukungan yang beranggotakan para pasien yang melalui masalah serupa. Temukan orang-orang lain yang mengerti penderitaan Anda dapat menjadi alat berharga untuk membantu Anda mempelajari tentang perasaan Anda dan menghadapi kematian. Ketahuilah bahwa Anda tidak sendirian dalam perjalanan ini dan orang-orang lain akan memberikan nasihat dan pandangan yang mungkin bermanfaat bagi Anda. Sering kali ada kelompok-kelompok khusus untuk berbagai jenis kematian - grup untuk mereka yang telah kehilangan pasangan hidup atau orang tua, grup untuk mereka yang menderita kanker, dll. Departemen Kesehatan Amerika Serikat memiliki daftar terperinci tentang berbagai kelompok dukungan dan cara menghubunginya di situs web kelompok dukungan mereka. 4Pandang hidup Anda dalam bagian-bagian lebih kecil dan mudah diatur. Jangan berusaha untuk menghadapi seluruh prognosis Anda sekaligus, selalu pikirkan tentang cara mengelola satu tahun terakhir dalam hidup Anda. Sebagai gantinya, pikirkan tujuan-tujuan kecil untuk dicapai selama satu minggu atau bulan, dan nikmati setiap momen itu sepenuhnya. Jangan merasa seolah Anda harus melakukan segalanya sekaligus. [13] 5 Nikmati hidup Anda sepenuhnya. Habiskan hari-hari Anda melakukan hal-hal yang Anda sukai. Bicaralah dengan orang-orang yang Anda sayangi dan habiskan waktu dengan keluarga. Bahkan di hari-hari saat Anda merasa lemah dan lelah pun temukan kegiatan yang dapat membuat anda gembira.[14] Minta teman atau keluarga Anda untuk membantu Anda bepergian jika Anda merasa lemah. Bicarakan tentang pengendalian rasa sakit dengan dokter jika Anda merasa terlalu kesakitan sehingga tidak dapat menikmati hidup. 6Rencanakan kematian Anda. Pastikan wasiat Anda telah diperbarui dan Anda telah menjelaskan harapan-harapan terakhir kepada keluarga, orang-orang terkasih dan para dokter. Meskipun jelas Anda harus melakukan ini ketika merasa sudah siap, tetapi tidak menata hidup Anda sebelum ajal dapat menyulitkan orang-orang tercinta ketika Anda sudah tiada. 7 Jika seseorang yang Anda cintai menderita penyakit mematikan, berikan dia kasih sayang dan dukungan. Meskipun Anda mungkin merasa seolah dapat menyembuhkan mereka atau mengobati penyakitnya, hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk teman yang menderita penyakit mematikan adalah berada di sisinya. Bawa dia ke jadwal kontrol medis, bantu mengerjakan pekerjaan rumah dan ada di sana untuk bicara dengannya. Jangan berusaha menjadi seorang "pahlawan". Anda memang ada untuk mendukung teman Anda, namun sadarilah bahwa ada batasan akan apa apa yang bisa Anda perbuat. Iklan 1 Ketahuilah bahwa anak-anak dengan umur yang berbeda menghadapi kematian dengan cara yang berbeda pula. Anak-anak yang masih sangat kecil, seperti di usia prasekolah, mungkin kesulitan untuk memahami kematian dan sebagai gantinya memandang hal tersebut sebagai perpisahan sementara. Di sisi lain, anak-anak usia SMA, dapat mengerti tentang suratan kematian dan penyebabnya. Beberapa anak yang lebih muda mungkin menggeneralisasikan kematian untuk memahaminya. Contohnya, setelah menyaksikan peristiwa 11 September, sejumlah anak-anak yang lebih muda mungkin menghubungkan kematian dengan berjalan ke bangunan pencakar langit. Biarkan anak Anda yang memimpin percakapan tentang kematian itu, karena mereka akan mengajukan pertanyaan yang penting bagi mereka dan membantu Anda menentukan nada dan bahasa penyampaian seperti apa yang harus digunakan. 2 Bicarakan tentang kematian dengan anak-anak Anda. Kematian sering kali merupakan konsep yang asing, terutama bagi anak-anak kecil. Bayangan bahwa orang yang Anda cintai tidak akan ada lagi untuk selamanya harus dipelajari dan orang tua dapat memberikan cinta dan dukungan ketika anak-anak belajar untuk menghadapi kematian. Meskipun percakapan ini sulit, Anda harus jadi diri sendiri dan ada untuk anak Anda. Jawab pertanyaan-pertanyaan dengan jawaban yang sederhana dan jujur, tidak dengan kiasan seperti "hilang" atau "terbang". Jujurlah - meminimalkan emosi negatif hanya akan membingungkan anak Anda kelak dan membuatnya kehilangan kepercayaan terhadap Anda.[15] 3 Ceritakan kematian orang yang tercinta kepada anak-anak dengan bahasa yang sederhana dan jelas. Jangan berbisik, mengarang cerita, atau menunggu untuk memberitahukan mereka di saat yang tepat. Orang terkasih yang tepercaya harus memberi tahu seorang anak tentang kematian kapan pun memungkinkan sehingga sang anak merasa terlindungi.[16] 4Dorong sang anak agar terbuka terhadap Anda. Sama seperti orang dewasa, anak-anak dapat mengalami kesulitan dalam mengungkapkan diri mereka atau mengetahui kapan harus bicara. Jangan lupa mendorong mereka untuk menceritakan perasaan mereka, namun hormati keinginan mereka jika mereka memilih diam atau merasa tidak nyaman - perasaan tertekan hanya akan membuat mereka lebih kebingungan dan semakin menyulitkan mereka untuk memahami rasa duka yang dialami. 5Bantu mereka untuk mengokohkan kenangan positif. Bicarakan dengan anak Anda tentang kenangan-kenangan indah yang mereka miliki bersama sang mendiang, lihatlah foto-foto dari masa-masa bahagia, berusahalah untuk tetap positif. Meskipun langkah ini sulit ketika Anda sendiri juga mengalami perasaan berduka, namun hal ini dapat membantu semua orang menghadapi emosi negatif yang muncul. 6Biarkan anak-anak Anda mengambil bagian dalam ritual pemakaman. Membiarkan anak membacakan puisi di upacara pemakaman, membantu memilih bunga, atau menceritakan kisah tentang yang terkasih membuat mereka menjadi bagian dari proses berduka keluarga. Mereka merasa seolah memiliki kendali atas perasaan mereka dan dapat berkontribusi kepada kenangan akan sang mendiang secara bermakna.[17] 7Jadilah diri sendiri saat berduka. Meskipun para orang tua harus selalu jadi penyokong bagi anak-anaknya, mereka juga akan mencontoh Anda. Jika Anda menolak untuk menunjukkan emosi, menangis atau membicarakan soal kematian orang terkasih, kemungkinan anak Anda akan melakukan hal yang sama. [18] 8 Ketahuilah kapan anak Anda membutuhkan bantuan lebih lanjut. Meskipun sebagian besar anak-anak dapat belajar untuk menghadapi kematian seiring berjalannya waktu, ada kasus-kasus ketika kematian membuat seorang anak sangat terpukul dan nasihat dari tenaga kesehatan jiwa profesional mungkin diperlukan. Perhatikan adanya gejala-gejala berikut ini Kesulitan melakukan kegiatan-kegiatan dasar Mengompol tiba-tiba Rasa kesal, perubahan suasana hati, atau kesedihan tiada henti. Rendah diri dan kurang percaya diri Tiba-tiba mengunjukkan perilaku merangsang atau seksual.[19] Iklan Ketahuilah bahwa mereka yang telah meninggal ingin Anda terus bahagia. Ingatlah bahwa Anda boleh meneteskan air mata. Anda boleh merasa sedih/marah. Ingatlah setiap masa-masa istimewa atau bahagia Anda bersama dengan mendiang. Ketahuilah bahwa mereka yang telah tiada tetap mencintai dan mengawasi Anda, melindungi Anda dari atas. Ketahuilah bahwa sang mendiang telah damai sekarang. Tanpa rasa sakit. Kumpulkan orang-orang tersayang di sekeliling Anda. Ingatlah bahwa waktu akan mengurangi rasa sakit dan kesedihan Anda. Menyalahkan diri sendiri atau orang lain tidak akan membantu. Lakukan meditasi atau sembahyang. Iklan Tentang wikiHow ini Halaman ini telah diakses sebanyak kali. Apakah artikel ini membantu Anda?